Tampilkan postingan dengan label Story. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Story. Tampilkan semua postingan

Senin, 30 Mei 2011

Kasih Sayang Seorang Ibu

Diposting oleh Adita P. Hapsari di 18.57 0 komentar
Saat kamu berumur 1 tahun,dia menyuapi dan memandikanmu..
*sebagai balasannya kau menangis sepanjang malam..

>saat kau berumur 2 tahun dia mengajarimu cara berjalan..
*sebagai balasannya kau kabur saat dia memanggilmu..

> Saat kau berumur 3 tahun, dia memamasakan semua makanananmu dengan kasih sayang..
* sebagai balasannya,kau buang piring berisi makanan ke lantai..

> Saat kau berumur 4 tahun,dia memberimu pensil berwarna..
* sebagai balasannya, kau coret-coret dinding rumah dan meja makan…

> Saat kau berumur 5 tahun, dia membelikanmu pakaian-pakaian yang mahal dan indah..
* sebagai balasannya, kau memakainya untuk bermain dikubangan lumpur dekat rumah..

> Saat kau berumur 6 tahun,dia mengantarmu pergi ke sekolah..
* Sebagai balasannya, kau berteriak”NGGAK MAU!!”

> Saat kau berumur 7 tahun, dia membelikanmu bola..
* Sebgai balasannya,kau lemparkan bola ke jendela tetangga..

> Saat kau berumur 8 tahun dia memberimu Es krim..
* Sebagai Balasannya,kau tumpahkan hingga mengotori seluruh bajumu..

> Saat kau berumur 9 tahnun,dia membayar mahal kursus bahasamu..
* Sebagai balasannya,kau sering bolos dan sama sekali tidak pernah berlatih..

> Saat kau berumur 10 tahun,Dia mengantarkanmu ke mana saja, dari kolam renang hingga pesta ulang tahun..
* Sebagai balasannya, kau melompat ke luar mobil tanpa memberi salam..

> Saat kau berumur 11 tahun, Dia mengantarkanmu dan teman-temanmu ke bioskop..
* Sebagai balasannya,kau minta dia duduk di barisan lain..

> Saat kau berumur 12 tahun,dia melarangmu untuk melihat acara TV khusus dewasa..
* Sebagai balasannya,kau tunggu dia sampai keluar rumah..

> Saat kau berumur 13 tahun,Dia menyarankanmu untuk memotong rambut,karena sudah waktunya..
* Sebgai balasannya,kau katakan dia tidak tahu mode..

> Saat kau berumur 14 tahun,dia membayar biaya untuk kempingmu selama sebulan..
* Sebagai balasannya,kau tidak pernah menelponnya..

> Saat kau berumur 15 tahun,dia pulang kerja ingin memelukmu..
* Sebagai balasannya, kau kunci pintu kamarmu..

> Saat kau berumur 16 tahun,dia ajari kau mengemudi mobilnya..
* Sebagai balasannya,kau pakai mobilnya setiap ada kesempatan tanpa peduli kepentingannya..

> Saat kau berumur 17 tahun, dia sedang menunggu telepon yang penting..
* Sebagai balasannya,kau pakai telepon nonstop semalam..

> Saat kau berumur 18 tahun,dia menangis terharu ketika kau lulus SMA..
* Sebagai balasannya, Kau berpesta dengan temanmu hingga pagi..

> Saat kau berumur 19 tahun, dia membayar biaya kuliahmu dan mengantarmu ke kampus pada hari pertama..
* Sebagai balasannya,kau minta diturunkan jauh dari pintu gerbang agar kau tidak malu di depan teman-temanmu…

> Saat kau berumur 20 tahun,dia bertanya, “dari mana saja seharian ini?”
* Sebagai balasannya,kau jawab, “Ah,ibu cerewet amet sih,ingin tahu urusan orang!”

> Saat kau berumur 21 tahun,dia menyarankanmu satu pekerjaan yang bagus untuk karirmu di masa depan..
* Sebagai balasannya,kau katakan.,”Aku tidak ingin seperti Ibu.”

> Saat kau berumur 22 tahun,dia memelukmu dengan haru saat kau lulus perguruan tinggi..
* Sebagai balasannya,kau tanya dia kapan bisa ke Bali..

> Saat kau berumur 23 tahun,Dia membelikanmu 1 set furniture untuk rumah barumu..
* Sebagai balasannya,kau ceritakan pada temanmu betapa jeleknya furniture itu..

> Saat kau berumur 24 tahun,dia bertemu dengan tunanganmu dan bertanya tentang rencananya di masa depan..
* Sebagai balasannya,kau mengeluh,”Aduuh, bagaimana ibu ini,kok bertanya seperti itu?”

> Saat kau berumur 25 tahun, dia membantumu membiayai pernikahanmu..
* Sebagai balasannya,kau pindah ke kota lain yang jaraknya lebih dari 500 km..

>Saat kau berumur 30 tahun, dia memberikan beberapa nasehat bagaimana merawat bayimu”..
* Sebagai balasannya,kau katakan padanya,”Bu, sekarang jamannya sudah berbeda!”

> Saat kau berumur 40 tahun, dia menelpon untuk memberitahukan pesta ulang tahun salah satu kerabat..
* Sebagai balasannya, kau jawab,”Bu, Saya sibuk sekali, nggak ada waktu.”

> Saat kau berumur 50 tahun, dia sakit-sakitan sehingga memerlukan perawatanmu..
* Sebagai balasannya,kau baca tentang pengaruh negative orang tua yang menumpang tinggal di rumah anak – anaknya..

> DAN HINGGA SUATU HARI,.dia meninggal dengan tenang..
“ Dan tiba-tiba kau teringat semua yang belum pernah kau lakukan, karena mereka datang menghantam HATIMU,bagaikan palu godam."



[dikutipp dariii : http://hakiiem.wordpress.com/2008/10/24/puisi-kasih-sayng-seorang-ibu/]

Read it just for know who's our motha'

Diposting oleh Adita P. Hapsari di 17.36 0 komentar
Mamaku hanya punya 1 mata, aku membencinya.. dia memalukan bagi aku. Dia memasak di SMP tempat aku sekolah untuk biaya hidup kami.
Hari itu dia datang ke kelas dan menyapaku. Aku sangat malu, lalu mengacuhkannya dan berlari pergi.

Keesokan harinya, teman2 mengejekku, ingin rasanya aku menghilang. Saat pulang, aku berteriak kepadanya "Kalau kau hanya ingin membuatku jadi bahan tertawaan, kenapa kau tidak mati saja ?!" Aku benar2 marah saat itu.

Aku bertekad keluar dari rumah itu dan tidak berhubungan dengan dia sama sekali. Jadi, aku belajar dengan semangat dan akhirnya mendapat beasiswa belajar di Singapura. Aku menikah, punya anak dan bahagia dengan kehidupanku.

Sampai suatu hari, Mama datang ke Singapura untuk menjenguk, saat di depan pintu, anak2 ku melihat dan ketakutan, saat itu juga aku berteriak "Beraninya kau datang ke rumahku, pergi dari sini, kau hanya menakuti anak2 !!" Dia terkejut dan menjawab "Maafkan saya, mungkin saya salah alamat"

Setahun kemudian, datanglah undangan reuni SMP. Aku hadir. Setelah itu, aku sempat melihat 1 rumah, dimana aku tinggal saat itu, hanya ingin tahu dan kata seorang tetangga mama sudah meninggal, aku tidak meneteskan air mata. Tetanggaku memberikan surat yang Mama ingin aku membacanya.
"Anakku tercinta, aku memikirkanmu setiap saat, Maafkan aku saat datang ke Singapura dan menakuti anak2 mu dan juga maafkan aku membuatmu malu didepan teman2 mu dulu.. Semoga kamu mengerti.. Waktu kecil kamu mengalami kecelakaan dan kehilangan 1 mata, sebagai Mama, aku tidak sanggup melihatmu tumbuh dengan 1 mata, jadi aku memberikan milikku.. Aku bahagia karena anakku akan memperlihatkan seluruh dunia untukku dengan mata itu..
-With ♥, Mama-
From the book LOVE IN SILENCE

Jangan merasa cuek dengan kepentingan orang lain.

Diposting oleh Adita P. Hapsari di 17.22 0 komentar
Sepasang suami istri petani pulang kerumah stlh berbelanja. Seekor tikus memperhatikan makanan apa lagi yg dibawa mereka dari pasar??" Ternyata, salah satu yg dibeli olh petani ini adlh Perangkap Tikus. Sang tikus kaget bukan kepalang.

Ia segera berlari menuju kandang, mendatangi ayam & berteriak "ada perangkap tikus". Sang Ayam berkata "Tuan Tikus, Aku turut bersedih, tapi itu tdk berpengaruh padaku"

Sang Tikus lalu pergi menemui seekor Kambing sambil berteriak. Sang Kambing pun berkata "Aku turut ber simpati, tp tdk ada yg bisa aku lakukan"

Tikus lalu menemui Sapi. Ia mendapat jawaban sama. "Maafkan aku. Tp perangkap tikus tdk berbahaya buat aku sama sekali"

Ia lalu lari ke hutan & bertemu Ular. Sang ular berkata "Perangkap Tikus yg kecil tdk akan mencelakai aku"

Akhirnya Sang Tikus kembali kerumah dgn pasrah mengetahui kalau ia akan menghadapi bahaya sendiri.

Suatu malam, pemilik rumah terbangun mendengar suara keras perangkap tikusnya berbunyi menandakan telah memakan korban. Ketika melihat perangkap tikusnya, ternyata seekor ular berbisa. Buntut ular yg terperangkap membuat ular semakin ganas dan menyerang istri pemilik rumah.

Walaupun sang Suami sempat membunuh ular tsb, sang Istri ttp harus di bawa ke rumah sakit. Bbrp hari kemudian istrinya demam. Ia lalu minta dibuatkan sop ceker ayam oleh suaminya. Dgn segera ia menyembelih ayamnya utk dimasak cekernya.

Ttp sakit sang Istri tak kunjung reda. Seorang teman menyarankan utk makan hati kambing.

Ia lalu menyembelih kambing utk mengambil hatinya. Istrinya tdk sembuh & akhirnya meninggal dunia.

Banyak sekali org datang pd saat pemakaman. Sehingga sang Petani hrs menyembelih sapinya utk memberi makan para pelayat.

Dari kejauhan sang Tikus menatap dgn penuh kesedihan. Beberapa hari kemudian ia melihat Perangkap Tikus tersebut sudah tdk digunakan lagi.

SUATU HARI, KETIKA ANDA MENDENGAR SESEORANG DALAM KESULITAN DAN MENGIRA ITU BUKAN URUSAN ANDA... PIKIRKANLAH SEKALI LAGI.
 

Adita's Zone Copyright © 2009 Paper Girl is Designed by Ipietoon Blogger Template Sponsored by web hosting